Menimbang Filsafat Sebagai Jalan Memahami Syariat
“Filsafat meruntuhkan iman.”
“Syariat mengekang nalar.”
Klaim-klaim semacam ini kerap kita dengar, tapi tak sering benar-benar diuji. Syariat dan filsafat kerap dipertentangkan, seolah yang satu menegaskan yang lain. Dalam Fashl al-Maqâl, Ibnu Rusyd menunjukkan bahwa keduanya justru berjalan beriringan menuju tujuan yang sama: kebahagiaan hakiki.
Berlandaskan pada perintah syariat untuk merenungi segala maujud, Ibnu Rusyd menandaskan bahwa nalar demonstratif, yang diakomodasi oleh filsafat, adalah jalan terbaik untuk mewujudkan tujuan tersebut. Dengan demikian, filsafat bukanlah lawan dari syariat, melainkan alat untuk memahaminya lebih dalam. Jika keduanya tampak bertentangan, takwil yang cermat akan mampu mengatasinya.
Syariat mengandung kebenaran. Filsafat juga menuntun kita kepada kebenaran. Oleh karena itu, bagi Ibnu Rusyd, kebenaran takkan bertentangan dengan kebenaran lainnya. Jika Anda meyakini bahwa iman akan mengakar kuat tanpa nalar, buku ini akan membuat Anda meragukan itu. Pun jika Anda percaya bahwa nalar akan berdiri kokoh tanpa fondasi iman, buku ini akan membuat Anda berpikir ulang. Jadi, selamat membaca.
| Editor | Husni Nasution | Faizul Munir |
|---|---|
| Translator | Imam Ghozali |
| Cover Artist | Whitly |
| Original Title | Fashl al-Maqal fi Taqrir ma Bain asy-Syari'ah wa al-Hikmah min al-Ittishal |
|---|---|
| Original Publication Date | 2007 |
| Original Language | Arabic |
| Printing | 1 |
| First Edition | Yes |
| Owner | Mustamin al-Mandary |
|---|---|
| Location | Balikpapan |
| Index | 6907 |
| Added Date | Feb 07, 2026 03:34:18 |
| Modified Date | Feb 07, 2026 04:07:31 |
| Retail Price | $ 75,000.00 |
|---|---|
| Value | $ 75,000.00 |
| Purchased | Feb 06, 2026 at Gramedia Balikpapan for $ 90000.00 |
| Book Condition | Sangat Bagus |