400
700
900
Filsafat Hikmah
Murtadha Muthahhari

Filsafat Islam

Filsafat Hikmah

Pengantar Pemikiran Shadra

Mizan (Apr 2002)
I
9794332984
| Softcover
176 pages | Indonesia | Indonesia

Genre

  • Metafisika

Subject

  • Filsafat Islam

Credits

Editor Musa Kazhim
Translator Tim Penerjemah Mizan
Cover Artist Irfan Fahmi

Details

First Edition Yes

Personal

Read
Index 2230
Added Date May 29, 2014 04:51:41
Modified Date Oct 29, 2024 03:50:16

Value

Purchased Jun 2002 at Makassar
Book Condition Sangat Bagus

Notes

Ayatullah Muthahhari beruntung mendapatkan garis pengajaran di Iran yang bersinambung, dari generasi ke generasi, ke tradisi pemikiran Mulla Shadra. Berbekal pengetahuan mendalam tentang khazanah ilmu-ilmu klasik Islam, filsafat (termasuk fisafat Barat), dan 'irfan (tasawuf), Muthahhari amat layak mejadi juru bicara kontemporer Filsafat Hikmah.

Kefasihan Muthahhari berbicara tentang hal-hal pelik semacam filsafat dalam gaya yang mudah dimengerti, sudah amat dikenal di sini. Dan dalam buku ini, Muthahhari kembali menunjukkan kepiawaian itu dalam memandu pembaca memasuki gerbang dari taman luas Filsafat Hikmah. Selamat menikmati.

Mulla Shadra diakui oleh banyak kalangan sebagai salah satu filosof Islam terbesar di sepanjang sejarah Islam, sekurang-kurangnya dalam empat abad terakhir. Pengaruh milenialnya tampak dari kenyataan bahwa pemikirannya--terutama lewat magnus opus-nya, Al-Asfar Al-Arba'ah--hampir selalu menjadi rujukan dalam pembicaraan tentang filsafat Islam dewasa ini. Bahkan, dibandingkan dengan Eksistensialisme Shadra, Eksistensialisme Heidegger tampak seperti catatan kaki baginya--demikian menurut Henry Corbin, seorang ahli Filsafat Eksistensialisme dari Prancis.

Filsafat Hikmah (Al-Hikmah Al-Muta'aliyah) Shadra memiliki posisi istimewa, dan menandai perkembangan-menentukan, dalam lanskap filsafat Islam. Keistimewaan itu, menurut Fazlur Rahman--seorang ahli filsafat Islam terkemuka yang melakukan kajian kritis atas pemikiran Shandra--terletak pada kenyataan bahwa ia tidak hanya melakukan rekonsiliasi atau kompromi atas arus-arus pemikiran yang berkembang pada zamannya, tetapi bahkan melakukan sintesis yang orisinal lagi solid atas arus-arus pemikiran yang sebelumnya selalu dipandang sebagai saling berlawanan itu.

Dengan menyatupadukan empat aliran yang berbeda-beda--yakni kalam (melalui Al-Thusi), Filsafat Peripatetis (melalui Ibn Sina), tasawuf teosofis (melalui Ibn 'Arabi), dan Al-Hikmah Al-Isyraqiyyah (melalui Suhrawardi)--Filsafat Hikmah dianggap menawarkan jalan keluar yang paling argumentatif atas problem-problem fundamental yang diperdebatkan di antara dan di kalangan ahli-ahli teologi, filsafat, kalam, dan tasawuf.