Prinsip-Prinsip Epistemologi dalam Filsafat Islam
Ilmu hudhuri adalah istilah yang pertama kali digunakan oleh Syihabuddin Suhrawardi -- pendiri mazhab pencerahan dalam filsafat Islam-- untuk merujuk ke jenis pengetahuan yang diperoleh melalui kesadaran intuitif. Pengetahuan tentang diri, perasaan, dan keadaan-keadaan pribadi, serta pengetahuan yang diperoleh melalui pengalaman mistis adalah contoh bentuk-bentuk ilmu huduri. Karena bersifat nonempiris, filsafat modern cenderung menafikkan kesejatian pengetahuan ini dengan menganggap sebagai lompatan-lompatan imajinasi yang tidak memiliki kandungan kognitif.
Dengan menggunakan pendekatan analitik language games yang diperkenalkan oleh Wittgenstein, Mehdi Ha'iri Yazdi mencoba memberikan penjelasan rasional mengenai keabsahan epistimologis ilmu hudhuri serta konsekuensinya terhadap kosmologi, mistisisme, dan teodisi. Penjelasan rasional ini diperlukan untuk mempertahankan keyakinan bahwa mistisisme merupakan pendekatan lain kesadaran manusia terhadap realitas dunia. Arti penting buku ini terletak pada keberhasilannya menyampaikan kebenaran-kebenaran millenial ajaran Islam dalam bahasa kontemporer
| Editor | Yuliani Liputo |
|---|---|
| Translator | Ahsin Mohamad |
| Foreword Author | Seyyed Hossein Nasr |
| Original Title | The Principle of Epistemology in Islamic Philosophy |
|---|---|
| Original Subtitle | Knowledge by Presence |
| Original Publication Date | 1992 |
| Original Country | New York, USA |
| Original Language | English |
| Original Publisher | State Univ. of New York Press |
| First Edition | Yes |
| Read | |
|---|---|
| Index | 77 |
| Added Date | May 29, 2014 04:51:42 |
| Modified Date | Oct 29, 2024 03:47:30 |
| Purchased | Feb 08, 1995 at Makassar for $ 12000.00 |
|---|---|
| Book Condition | Bagus |