400
700
900
Islam Sebagai Tertuduh
Akbar S. Ahmed

Islam Sebagai Tertuduh

"Kambing Hitam" di Tengah Kekerasan Global

Arasy (Sep 2004)
I
979355102X
| Softcover
309 pages | Indonesia | Indonesia

Genre

  • Sejarah Islam
  • Tafsir

Plot

"Akan datang suatu masa ketika Islam menjadi seperti bara panas di telapak tanganmu, kamu tidak akan sanggup menggenggamnya," kata Nabi di hadapan para sahabat. Salah seorang sahabat bertanya, "Apakah itu terjadi karena jumlah kaum Muslim yang sangat sedikit?" Nabi menjawab, "Tidak, jumlah kaum Muslim sangat banyak, melebihi jumlah yang pernah ada sebelumnya, tetapi mereka tidak berdaya seperti buih di lautan.

Setelah Peristiwa 11 September 2001, prediksi Nabi tampaknya menjadi kenyataan. Islam menjadi seperti bara panas di tangan para pemeluknya. Jumlah mereka sangat banyak dan tersebar di seluruh penjuru dunia. Tetapi, mereka merasa terpojok karena dituduh sebagai bagian dari agama "teroris", "fanatis", dan "ekstremis". Ketika AS mulai mengerahkan pasukan untuk berperang melawan terorisme di Afghanistan dan kemudian memburu teroris-teroris Muslim di seluruh penjuru dunia, kaum Muslim mulai menangkap bahwa "perang terhadap terorisme" sebenarnya adalah "perang terhadap Islam". Islam tengah berada dalam ancaman. Apa yang salah dalam masyarakat Muslim?

Buku Islam sebagai Tertuduh menawarkan penjelasan tentang akar-akar kekerasan yang mewarnai hubungan Barat dan Islam dan implikasinya terhadap masa depan dunia. Lewat perspektif teologis dan antropologis, Akbar S. Ahmed memetakan betapa benturan peradaban bukanlah satu-satunya kemungkinan yang bisa ditempuh untuk mengatasi pelbagai persoalan global yang mengadang. Gagasan tentang "benturan peradaban", yang memandang kaum Muslim sebagai musuh utama Barat, adalah lanjutan dari ide-ide kuno tentang Islam sebagai sebuah peradaban barbar yang mengancam Barat. Masih ada kemungkinan lain yang lebih sesuai dengan inti ajaran tiap-tiap agama dan nilai kemanusiaan universal, yaitu "dialog peradaban".

Kalau kita masih dibingungkan oleh banyaknya fenomena kekerasan yang begitu marak akhir-akhir ini, buku ini bisa menjadi rujukan bukan saja bagi peminat kajian Islam dan hubungan internasional, melainkan juga bagi siapa saja yang menginginkan penjelasan otoritatif tentang kekerasan yang kerap ditampilkan dengan jubah agama dan kepentingan yang berada di balik slogan "perang terhadap terorisme" yang diusung Amerika Serikat dan sekutu Barat lainnya.

Tentang Penulis

Akbar S. Ahmed adalah Ketua Program Studi Islam Ibn Khaldun dan profesor Hubungan Internasional di American University, Washington, DC. Dia menyelesaikan Ph.D. di Department of Sociology and Anthropology, School of Oriental and African Studies (SOAS), London University. Dia dikenal sebagai penulis yang produktif; ia telah menulis lebih dari 50 artikel yang dipublikasikan di jurnal-jurnal akademik dan pelbagai media lainnya. Dia juga adalah penulis pelbagai buku tentang Islam kontemporer, seperti Discovering Islam: Making Sense of Muslim History and Society (2002); Islam Today: A Short Introduction to the Muslim World (2002); Islam: Globalization and Postmodernity (1994); Postmodernism and Islam: Predicament and Promise (1992); dan buku yang sedang dipersiapkannya, Negotiating God: Global Society and the Idea of the Divine in the 21st Century. Di samping itu, Dr. Ahmed juga menjadi profesor tamu di Princeton University dan diangkat sebagai tenaga pengajar di Institute for Advanced Study di Princeton, Harvard University, dan Cambridge University

Credits

Editor Iqbal Harahap
Translator Agung Prihantoro
Cover Artist Studio 9 Nyawa

Details

Original Title Islam Under Siege
Original Subtitle Living Dangerously in a Post-Honour World
Original Publication Date 2003
Original Country USA
Original Language English
Original Publisher Blackwell Publishing
First Edition Yes

Personal

Read
Index 199
Added Date May 29, 2014 04:51:43
Modified Date Oct 29, 2024 03:47:40

Value

Purchased Dec 20, 2004 at Ekuator.com for $ 37500.00
Book Condition Sangat Bagus