Simpati Prof. Schimmel - yang mengagumi Muhammad Iqbal dan Jalaluddin Rumi ini - kepada Islam memang kental terasakan dalam setiap bukunya.
--Haidar Bagir, dalam mengantarkan Rahasia Wajah Suci Ilahi (Mizan, 1996)
Mengapa substansi jiwa identik dengan wanita? Setelah melakukan eksplorasi ke hampir seluruh literatur mistik - terutama syair-syair indah karya para sufi - penulis buku menarik ini berujar lirih, "Dalam semua karya ini, pola dasarnya tetap sama: jiwa, yang diwakili dan diwujudkan dalam bentuk seorang wanita, berkelana melalui jalan yang sempit dan sulit untuk menjumpai sang kekasih. Syair-syair itu malah kadang-kadang mengambil identitas feminin. Mereka menyeru kepada "kawan-kawan (wanita) mereka..."
Berpijak pada konsep seperti ini - dalam kajian yang amat langka seperti diperlihatkan dalam buku ini - Schimmel membedah aspek yang paling sering disalahpahami dalam Islam:peran wanita. Dalam buku ini, Schimmel bersikap kritis terhadap orang-orang yang mempelajari islam - khususnya para feminis Barat - yang tidak berupaya memahami kebudayaan, bahasa, dan tradisi tempat Islam tumbuh sebagai agama mayoritas.
Sembari meruntuhkan stereotipe, Schimmel merekonstruksi bab spiritualitas Islam yang penting tapi sering diabaikan: aspek femininnya. Melalui banyak contoh - dan diletakkan dalam konteks kajian yang bervisi ke depan - dia menunjukkan kesetaraan pria dan wanita dalam konsepsi Al-Quran, hadis, bahasa feminin tradisi mistik, dan dalam peran wanita sebagai manifestasi Tuhan.
| Owner | Mustamin al-Mandary |
|---|---|
| Read | |
| Index | 277 |
| Added Date | May 29, 2014 04:51:45 |
| Modified Date | Aug 15, 2019 12:04:46 |