Teori Hermeneutika Nasr Abu Zayd
| Foreword Author | Dr. Gerard G. Wiegers |
|---|
| First Edition | Yes |
|---|
| Read | |
|---|---|
| Index | 63 |
| Added Date | May 29, 2014 04:51:50 |
| Modified Date | Oct 29, 2024 03:47:29 |
| Purchased | Dec 20, 2004 at Gramedia Balikpapan for $ 26000.00 |
|---|---|
| Book Condition | Sangat Bagus |
Nasr Abu Zayd dianggap telah menghancurkan monopoli studi Al-Quran yang selama ini secara tradisional dikuasai oleh para ulama. Sebagai seorang linguis dan kritikus sastra, Abu Zayd mengembangkan sebuah teori hermeneutika Al-Quran yang didasarkan atas teori-teori linguistik dan kritis sastra kontemporer. Penerapan teori-teori ini menyebabkannya berpandangan bahwa Al-Quran sebagai sebuah teks manusiawi (textus receptus), kendatipun ia mempunyai asal muasal ilahiah. Proposisi yang paling penting yang dia lontarkan dalam hal ini adalah bahwa "Al-Quran adalah sebuah produk kultural", karena ia menggunakan bahasa kultural, yakni bahasa Arab dan terbentuk dalam, serta merefleksikan, sebuah konteks kultural tertentu. Dalam hal ini Abu Zayd telah meretas kesarjanaan kritis Al-Quran melalui teori hermeneutikanya.
"Buku ini mampu mengungkap aspek-aspek penting dari teori dan metodologi interpretasi Nasr Abu Zayd."
Jane D. McAuliffe
Profesor Islamic Studies pada Georgetown University dan editor utama The Encyclopaedia of the Qur'an
"... kajian saudara Ichwan ini mempunyai banyak arti penting dan selayaknya dibaca secara lebih luas."
Gerad G. Wiegers
Department of the History of Religions and
Comparative Religion, Universiteit Leiden.
"Ketika mengkaji Al-Quran, selalu muncul ketegangan kreatif antara pesan universal dan pemahaman partikular, antara pendekatan ilmiah-objektif, dan semangat subjektif-ideologis, antara dorongan spiritualitas dan ligalitas formalistik."
Komaruddin Hidayat
Guru Besar Filsafat UIN Jakarta.
"Buku ini mengkaji pemikiran Nasr Abu Zayd, yng mengembangkan analisis isi (content analysis) ke analisis wacana (discourse analysis) dalam studi tafsir Al-Quran, cukup menarik minat arah pemikiran (para pemikir) Islam kontemporer."
Amin Abdullah
Rektor IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
"Buku ini menyajikan gagasan baru dan segar yang patut diapresiasi oleh pemerhati studi Al-Quran."
M. Galib M
Dekan dan Dosen Tafsir Fakultas Ushuluddin IAIN Makassar.
"Pembacaan saudasra Ichwan yang luar tentang Abu Zayd dan Hermeneutika Al-Quran dalam buku ini menjadikan dirinya otoritatif untuk membahas kedua subjek tersebut."
Ilham B. Saenong
Penulis Hermeneutika Pembebasan, TERAJU, 2003