Sebuah Kajian Sosiologi Islam
| Owner | Mustamin al-Mandary |
|---|---|
| Read | |
| Index | 343 |
| Added Date | May 29, 2014 04:51:51 |
| Modified Date | Dec 16, 2017 00:39:20 |
| Purchased | Hibah ICC-Jkt |
|---|---|
| Book Condition | Sangat Bagus |
Islam adalah ajaran sosial pertama yang mengandalkan massa sebagai faktor dasar yang sadar dalam menentukan sejarah dan masyarakat. Bukan mereka yang terpilih sebagaimana pendapat Nietzsche. Bukan para aristokrat dan ningrat sebagaimana kata Plato. Bukan tokoh-tokoh besarnya Carlyle dan Emerson. Bukan mereka yang berdarah biru sebagaimana kata Alexis Carrel. Bukan pula para pendeta atau intelektual. Melainkan massa.
Untuk itu, setiap individu harus memilih apakah ia akan bergerak maju bersama sejarah serta mengakselerasi langkahnya dengan kekuatan ilmu pengetahuan. Atau tinggal masa bodoh, menjadi egois dan oportunis di hadapan sejarah, dan dilindas roda sejarah.
Di setiap masa, individu bertanggungjawab untuk menentukan sikap dalam pertarungan abadi antara kedua kutub masyarakat, kelas penindas dan tertindas. Revolusi hari depan yang pasti akan terjadi ini merupakan kulminasi kontradiksi dialektis. Sejarah yang pasti ini akan berkesudahan dengan menangnya keadilan, kesetaraan dan kebenaran. Untuk memperoleh keadilan maka peradilan perlu diperbarui. Untuk memperoleh kesetaraan maka sistem sosial perlu diubah. Bukan sekadar kulit luarnya, melainkan menukik pada struktur dasarnya.