| Read | |
|---|---|
| Index | 311 |
| Added Date | May 29, 2014 04:51:54 |
| Modified Date | Aug 04, 2024 16:07:40 |
| Book Condition | Bagus |
|---|
Al-Qur'an, Injil dan Taurat mengajarkan hikmah melalui cerita. Jalaluddin Rumi, Kahlil Gibran, Idries Shah pun memilih cerita untuk menyampaikan ajarannya. Cerita -- karena pengajiannya yang naratif -- menegur orang dengan teguran yang lembut, tanpa kesan menggurui.
Atas dasar itulah, D. Zawawi Imron mencoba mengumpulkan kisah-kisah penuh hikmah yang ia punguti dalam perjalanan hidupnya. Menariknya, Zawawi tidak bercerita tentang kemegahan, kekayaan, dan impian-impian duniawi yang kerap membutakan pencarinya. Zawawi memilih untuk mengangkat suara-suara parau yang tak pernah bergema di lorong sejarah. Ia lebih menikmati pencarian hikmah dari cerita mereka yang papa, dari kisah mereka yang serba susah: sebuah hikmah keabadian dari sebuah kehidupan yang sebenarnya.
Mungkin Zawawi teringat kisah Nabi Musa a.s. ketika Musa bertanya kepada Tuhan, ''Gerangan di mana aku dapat mencari-Mu?'' Tuhan Yang Mahakasih menjawab, ''Carilah aku di tengah mereka yang hancur hatinya.''
Buku ini menyajikan kisah-kisah dari ''mereka yang hancur hatinya''. Pasti dari sekian hikmah yang tersaji, ada cerminan Ilahiah yang lebih mendekatkan kita kepada-Nya.