| First Edition | Yes |
|---|
| Read | |
|---|---|
| Index | 330 |
| Added Date | May 29, 2014 04:51:58 |
| Modified Date | May 28, 2020 03:04:29 |
| Purchased | Hibah ICC-Jkt |
|---|---|
| Book Condition | Sangat Bagus |
Inilah buku Murtadha Muthahari yang mencoba memetakan tema-tema pokok yang terdapat dalam Nahj al-Balaghah -- sebuah kitab yang memuat khutbah-khutbah, surat-surat, dan hikmah-hikmah singkat dari Imam 'Ali bin Abi Thalib dengan tema yang beragam. Diterjemahkan dari versi Inggrisnya yang bertajuk Glimpses of the Nahj al-Balaghah, buku ini berisikan enam bab bahasan termasuk pengantar dari Muthahhari sendiri.
Pada bab pertama, penulis mendedah dua ciri penting yang terdapat dalam Nahj al-Balaghah: keindahan sastra dan keunggulan temanya yang beragam, dengan menukil pelbagai pendapat tetnang kefasihan Imam 'Ali secara umum dan tentang Nahj al-Balaghah secara khusus. Pada bab kedua, Muthahhari mendiskusikan konsep-konsep teologi dan metafisika yang terdapat dalam kitab itu dan membandingkannya dengan konsep-konsep serupa yang diajukan oleh para mutakallimun dan filosof Muslim. Bab ketiga, menyangkut tema ibadah dan pelbagai tingkatannya. Bab keempat, penulis membahas tema pemerintahan dan keadilan. Ajaran-ajaran moral dan etika semacam konsep zuhud, takwa, serta perbandingannya dengan konsep asketisisme Kristen ditelaah dalam bab kelima. Pada bab terakhir, ulama-mujahid ini membahas secara mendalam makna dunia (dunya); termasuk dunia macam mana yang dikutuk dalam Nahj al-Balaghah dengan membandingkannya dengan al-Quran, serta hubungan manusia dan dunia.
Buku ini akan lebih mudah mengantarkan pembaca dan pencinta Imam 'Ali bin Abi Thalib kepada pemahaman ucapan-ucapan sucinya yang "setingkat di atas ucappan makhluk [setelah ucapan Nabi saw] dan setingkat di bawah firman Tuhan." Sungguh sayang, apabila kitab itu terasing dari para pengikut 'Ali. Dalam hal ini, Syahid Muthahhari memesankan agar kita, "membangun dunia mental kita sendiri yang terasing dengn dunia Nahj al-Bbalaghah" agar, tentunya, kita dan Imam 'Ali tidak berjarak lagi.