Pengetahuan Spiritual Ibnu Al 'Araby
| First Edition | Yes |
|---|
| Read | |
|---|---|
| Index | 307 |
| Added Date | May 29, 2014 04:51:59 |
| Modified Date | Aug 24, 2019 14:11:58 |
| Purchased | Ekuator.com |
|---|---|
| Book Condition | Sangat Bagus |
Dunia modern ternyata tidak bisa lagi memenuhi seluruh kebutuhan manusia, terutama kebutuhan spiritual. Karena dunia modern adalah dunia yang berpijak pada nilai-nilai sekuler, materialistik, dan mekanistik. Modernisme pun akhirnya dirasakan oleh manusia sebagai proses dehumanisasi. Manusia semakin tidak diperhatikan sebagai manusia. Lebih lanjut modernisme itu sendiri telah melahirkan berbagai penyakit peradaban yang sulit untuk disembuhkan.
Melalui pembahasan yang sangat cemerlang dan jernih terhadap karya-karya dan pemikiran Ibn al'Arabi, William Chittick mampu menyadarkan kita sebagai manusia untuk kembali menengok nilai-nilai spiritual yang selama ini kita tinggalkan.
Pengetahuan spiritual yang dimaksud, bukan saja berkaitan dengan agama dalam arti formal, tetapi juga agama dalam arti ''jalan spiritual'': jalan yang bisa ditempuh umat manusia yang ingin bertemu dengan Sang Khalik. Berkaitan dengan agama, maka tantangan yang paling besar dalam kehidupan keberagamaan adalah bagaimana seorang beragama bisa mendefinisikan dirinya di tengah arus modernisasi, industrialisasi, dan dehumanisasi dalam hubungannya dengan agama-agama lain, yang juga eksis. Sekarang ini makin disadari bahwa hanya dengan melepas klaim-klaim kebenaran dan penyelamatan yang berlebihan, mengoreksi standar ganda yang sering dipakai oleh seorang penganut agama terhadap agama orang lain, dan selanjutnya memperluas pandangan inklusif agamanya itu, maka suatu agama akan tetap eksis dan diyakini kebenarannya.
Di samping itu, agama juga tidak boleh hanya menekankan aspek-aspek yang bersifat ritual-formal. Tetapi agama-agama juga harus mampu menafsirkan kembali pesan-pesan moral dan visi spiritualnya sedemikian rupa sehingga mampu menjawab kebutuhan dunia modern. Dengan kata lain, agama semestinya tidak hanya melakukan transfer makna tetapi, yang lebih penting, juga mampu melakukan transformasi sosial berdasarkan makna dan nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian agama-agama akan mempunyai peranan penting di masa depan dalam membangun dasar spiritualitas dari peradaban masyarakat modern.
Dengan menoleh secara arif pada pandangan inklusif semacam ini, diharapkan keberagamaan kita tidak akan menjadi keberagamaan yang kering, yang semata-mata mementingkan unsur ritual-formal dan legal, tetapi juga menekankan pada segi kemanusiaan dan spiritualitas untuk meningkatkan derajat kemanusiaan kita agar menjadi manusia yang dekat dengan Tuhan, yang mencintai dan dicintai Tuhan.