Notes
"... [saya] merekomendasikan karya kecil yang sangat serius tetapi juga indah ini kepada para pencari ilmu dan para mahasiswa dari generasi mendatang, sebuah karya yang berbicara tentang masalah yang paling penting dari semua masalah metafisis dan eksistensial."
--Jaroslav Pelikan, Sterling Professor Emeritus of History pada Universitas Yale,
mantan Ketua The American Academy of Arts and Sciences
Semua orang beriman secara naluriah memahami bahwa Tuhan mengatasi akal manusia. Dengan penuh penyerahan diri, biasanya mereka berkata, "Tuhan tidak bisa dijangkau dengan akal." Namun, para filosof tidak mau menyerah begitu saja. Bagi mereka, Tuhan yang menganugerahi akal (intelijen) pastilah bisa dijangkau dengan akal (intelijibel)--dalam batas-batas tertentu. Jika tidak, lalu apa tujuan Tuhan memberikan akal kepada manusia?
Dengan kesadaran inilah, para filosof sepanjang abad berupaya memecahkan teka-teki metafisika yang menghantui pikiran manusia tentang hubungan dirinya dengan Sang Pencipta, alam semesta, dan kehidupan. Seperti apakah "keberadaan" Tuhan? Bagaimanakah hubungan antara keberadaan Tuhan--Sang Ada Mutlak--dengan keberadaan manusia? Apakah hakikat dari Keberadaan itu sendiri?
Etienne Gilson, seorang ahli sejarah filsafat, dalam buku ini memandu kita menapaki jalan para filosof Barat menuju pemahaman terhadap Tuhan. Berangkat dari filsafat Yunani, kemudian filsafat Kristen, filsafat modern, dan berujung pada pemikiran kontemporer abad ke-20, Gilson menyajikan pembahasan metafisika yang abstrak menjadi hidup dan menarik. Pemikiran-pemikiran beradu dan berpadu. Para filosof silih berganti muncul untuk mengubah pandangan manusia. Semua itu melukiskan kembara tiada ujung ide manusia tentang Tuhan, atau tentang Ada itu sendiri.
Tentang Penulis
Étienne Gilson (1884-1978) adalah seorang filosof dan sejarahwan filsafat dari Prancis. Dia pernah mengajar di Universitas Strasbourg, Universitas Paris, Collége de France, dan Universitas Harvard. Pada 1929, dia ikut mendirikan Pontifical Institute of Mediaeval Studies di Toronto, Kanada. Étienne Gilson adalah seorang penulis yang sangat produktif, di antara karyanya adalah: The Unity of Philosophical Experience (1937), God and Philosophy (1941), dan Le Thomisme (1947). Étienne Gilson dikenal pula sebagai pelopor gerakan Neo-Thomisme yang membangkitkan kembali filsafat St. Thomas Aquinas dan menggugat metafisika Kantian yang meminggirkan Tuhan dari kajian filsafat.