Wacana Kebebasan Sipil, Hak Asasi Manusia dan Hubungan Internasional dalam Islam
Tak sekedar reformasi atau rekonstruksi, Dekonstruksi Syari'ah adalah eksperimentasi Abdullahi Ahmed An-Na'im yang sangat mendasar.Baginya, Reformasi Syari'ah tak mampu menjawab kebuntuan metodologis untuk memecahkan paradoks yang selama ini melekat dalam Syari'ah yang diskriminatif terhadap perempuan dan non-Muslim, bahkan tetap melegalisasi perbudakan.Karena itu, isu-isu penting untuk masa depan kemanusiaan, seperti demokratisasi, penghormatan hak-hak asasi manusia dan perdamaian dunia tak terjamah oleh Islam.Umat Islam kontemporer lalu menghadapi dilema. Ketaatan terhadap prinsip Syari'ah menjebak mereka pada Absolutisme.Sementara meninggalkan sama sekali Syari'ah membawa mereka pada sekularisasi internal. Adakah "Jalan Pembebasan" bagi Muslim sekarang dan masa depan untuk melampaui dilema itu? Dapatkah dibangun lagi dasar-dasar teoritik-ijtihady bagi syari'ah-demokartik?Saya percaya, ide-ide yang ditawarkan di sini akan menyentuh nalar, hati dan perasaan umat Islam. Bahkan kebanyakan ide-ide itu sudah lebih dulu muncul--walaupun mungkin dalam bentuk yang masih kasar dan malu-malu-- dari hati dan perasaan umat Islam, khususnya di kalangan generasi muda yang merupakan agen perubahan sosial yang lebih cepat.Abdullahi Ahmed An-Na'im
| Translator | Ahmad Suaedy | Amiruddin ar-Rany |
|---|---|
| Cover Artist | Haitamy el Jaid |
| Original Title | Toward an Islamic Reformation: Civil Liberties, Human Rights and International Law |
|---|---|
| Original Publication Date | 1994 |
| Original Language | English |
| Printing | 1 |
| First Edition | Yes |
| Owner | Mustamin al-Mandary |
|---|---|
| Location | Balikpapan |
| Read | |
| Index | 3216 |
| Added Date | Jun 11, 2016 15:12:10 |
| Modified Date | Oct 29, 2024 03:51:37 |
| Purchased | Apr 01, 2016 at Gramedia Balikpapan for $ 84000.00 |
|---|
Pernah diterbitkan oleh LKiS tahun 1994