Dalam buku ini, Ahmad Syafii Maarif, cendekiawan dan guru bangsa, merangkum serangkaian pemikiran kritis beliau terhadap apa yang disebut dengan penuh haru oleh sebagian komunitas Muslim tentang "The Golden Ages of Islam". Peradaban Islam memang berkembang hingga mencapai puncak-puncaknya yang tertinggi. Namun, kita perlu memahami bahwa semua itu juga dibangun di atas darah umat Islam yang berbeda pandangan politik. Pada kenyataannya, nafsu kekuasaan tanpa didampingi kekuatan moral yang tangguh, pasti merusak. Agama sering benar tidak berdaya. Rasa haus akan "kejayaan" mengalahkan sisi kerohanian manusia. Akibatnya, bahkan masih bisa kita rasakan sampai hari ini. Kita terpasung dalam kotak-kotak politik akibat ulah perseteruan elite Arab Muslim itu. Sekarang, mampukah kita sungguh-sungguh kembali pada pesan suci Al-Quran dan sunah Nabi, serta mengucap selamat tinggal pada kotak-kotak penuh darah dan dendam kesumat itu?[Mizan, Bentang Bunyan, Islam, Sosial, Budaya, Dewasa. Indonesia]
| Editor | Nurjannah Intan |
|---|---|
| Cover Artist | Andreas Kusumahadi |
| Printing | 1 |
|---|---|
| First Edition | Yes |
| Owner | Mustamin al-Mandary |
|---|---|
| Location | Balikpapan |
| Read | |
| Index | 3660 |
| Added Date | May 20, 2018 12:39:16 |
| Modified Date | Oct 29, 2024 03:52:10 |
| Purchased | Apr 16, 2018 at Mizanstore.com for $ 59000.00 |
|---|---|
| Book Condition | Sangat Bagus |