400
700
900
Celoteh Cak Nur
Ahmad Nurcholish

Celoteh Cak Nur

232 Ujaran Bijak Sang Pembaharu

Elex Media Komputindo (Dec 27, 2017)
1
9786020451893
| Softcover
264 pages | 150 x 170 mm | Indonesia | Indonesia

Subject

  • Akhlak
  • Biografi
  • Motivasi

Details

Printing 1
First Edition Yes

Personal

Owner Mustamin al-Mandary
Location Balikpapan
Index 3806
Added Date Jul 10, 2019 17:30:38
Modified Date Nov 08, 2021 12:41:09

Value

Purchased Jul 09, 2019 at Gramedia Pandanaran Semarang for $ 84800.00
Book Condition Sangat Bagus

Notes

Prof. Dr. Nurcholish Madjid lahir pada 17 Maret 1939, di tengah gejolak perjuangan politik menuju kemerdekaan Indonesia, di Desa Mojoanyar, Jombang, Jawa Timur. Desa ini memiliki dinamika keagamaan yang istimewa tempat penghuninya meletakkan pendidikan pada posisi yang utama. Mayoritas penduduk Jombang adalah santri Muslim, dengan tradisi tarekat (sufisme) yang kuat dan secara otomatis menjadi bagian alami dari diri Nurcholish. Di Jombang pula dua intelektual Muslim lahir, yakni Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Emha Ainun Najib yang akrab disapa Cak Nun. Cak Nur sering disebut "Guru Bangsa" oleh karena mengilhami seluruh negeri dengan gagasan moderat, plural, toleran, dan demokratis serta cara berpikir inklusif dan dinamik. Tak salah jika Gus Dur, Presiden ke-4 RI ini menyebut Nurcholish sebagai, “Salah satu putra terbaik bangsa dan intelektual Muslim terbesar. Dia negarawan besar yang tidak pernah berpikir memperkaya diri dan keluarga. Yang mendidik negeri dengan intelektualitasnya dan kejujurannya.” Cak Nur terkenal dengan mengemukakan “Keislaman yang hanif” atau istilah yang lebih teknis adalah keislaman yang hanifiyat-u al-samhah, yaitu “keislaman yang terbuka pada kebenaran, yang membawa pada kelapangan hidup.

Konsep inilah yang kemudian ia mejelaskan bahwa sebaik-baik agama di sisi Allah ialah semangat mencari kebenaran yang lapang, tidak sempit, toleran, tanpa kefanatikan, dan membelenggu jiwa. Sebab itu Islam harus dipahami sebagai ajaran dan cita-cita, yang intinya ialah sikap hidup yang berserah diri kepada Tuhan.