400
700
900
Canting
Arswendo Atmowiloto

Historia

Canting

Gramedia (Jul 2017)
1
9789792296235
| Softcover
376 pages | 2296 x 3439 mm | Indonesia | Indonesia

Subject

  • Sastra

Plot

"Canting, carat tembaga untuk membatik, bagi buruh-buruh batik menjadi nyawa. Setiap saat terbaik dalam hidupnya, canting ditiup dengan napas dan perasaan. Tapi batik yang dibuat dengan canting kini terbanting, karena munculnya jenis printing––cetak. Kalau proses pembatikan lewat canting memerlukan waktu berbulan- bulan, jenis batik cetak ini cukup beberapa kejap saja.

Canting, simbol budaya yang kalah, tersisih, dan melelahkan. Adalah Ni––sarjana farmasi, calon pengantin, putri Ngabean––yang mencoba menekuni, walau harus berhadapan dengan Pak Bei, bangsawan berhidung mancung yang perkasa; Bu Bei, bekas buruh batik yang menjadi ibunya; serta kakak-kakaknya yang sukses.

Canting, yang menjadi cap batik Ngabean, tak bisa bertahan lagi. ""Menyadari budaya yang sakit adalah tidak dengan menjerit, tidak dengan mengibarkan bendera."" Ni menjadi tidak Jawa, menjadi aeng––aneh, untuk bisa bertahan. Ni yang lahir ketika Ki Ageng Suryamentaram meninggal dunia, adalah generasi kedua, setelah ayahnya, yang berani tidak Jawa."

Credits

Cover Artist Maryna Roesdy

Details

Printing 5
First Edition Yes

Personal

Owner Mustamin al-Mandary
Location Balikpapan
Index 3855
Added Date Jul 14, 2019 14:47:31
Modified Date Oct 29, 2024 03:52:28

Value

Purchased Jul 11, 2019 at Gramedia Pandanaran Semarang for $ 30000.00
Book Condition Sangat Bagus