Tuhan Dalam Pandangan Sufi
The Tao of Islam adalah sebuah antologi yang lengkap dan kaya di bidang pemikiran Islam tentang hakikat hubungan antara Tuhan dan alam semesta, alam semesta dan manusia, serta manusia dan Tuhan. Dengan memusatkan perhatian pada simbolisme gender, Sachiko Murata—seorang Muslimah Jepang yang kini menjabat sebagai Profesor Studi-Studi Agama di State University of New York, Stony Brook—memperlihatkan bahwa para pemikir Muslim klasik sering kali menganalisis realitas ketuhanan dan kaitannya dengan kosmos dan manusia melalui prinsip-prinsip polaritas atau komplementaritas, yang sangat mirip dengan gagasan filsafat Cina tentang yin/yang.
Murata yakin bahwa kesatuan pemikiran Islam dapat ditemukan pada pemahaman tentang jenis-jenis hubungan yang ada dalam realitas. Dia memberi perhatian khusus pada pandangan berbagai tokoh yang dikenal sebagai kelompok “sufi” dan “filsuf”, karena pendekatan mereka terhadap topik-topik ini memiliki keluwesan dan kehalusan yang tidak ditemukan dalam kelompok pemikir lain. Dalam buku ini, kita dapat menemukan ratusan kutipan dari karya klasik pemikir Muslim penting seperti Ikhwan Al-Shafa, Ibn Sina, dan Ibn Arabi, yang banyak di antaranya baru pertama kali diterjemahkan di sini.
Pembicaraan tentang Ibn Arabi-baik di kalangan sufi, ulama, atau sarjana-biasanya selalu dikaitkan dengan konsep wahdat al-wujud. Istilah yang sangat kontroversi ini, sejak pertama kali dikampanyekan oleh Ibn Taymiah secara stigmatis, nyaris menjadi label satu-satunya dari sosok sufi tersebut. Menyebut Ibn Arabi, seseorang akan selalu menghubungkannya dengan istilah tersebut.
Ibn Arabi merupakan ulama yang menekuni laku kesufian secara intensif. Seluruh hidupnya ia habiskan untuk menapaki jalan sufi dan meraih pengalaman kesufian secara purna. Segala aspek keislaman selalu dikaitkan dengan diskursus kesufian. Dengan kata lain, diskursus kesufian merupakan satu-satunya pintu yang disediakan oleh Ibn Arabi bagi orang lain untuk melihat dunianya. Oleh karena itu, semua pengalaman dan karya Ibn Arabi-dalam isu apa pun pada akhirnya menjadi isu kesufian. Meskipun demikian, tak ada isu kesufian yang melekat pada identitas dalam imajinasi kolektif masyarakat diskursif Islam sekuat isu wahdat al-wujud.
****
“Saya membaca buku ini dua kali. Upaya besar dari pikiran modern yang terdidik untuk memahami Qur’an. Buku ini menghubungkan Al-Qur’an dengan pengetahuan sains kontemporer. Saya merekomendasikan setiap muslim berpendidikan untuk membaca buku ini.”
—Mumtaz Khan, Kanada
| Editor | Ahmad Baiquni |
|---|---|
| Translator | Rahmani Astuti | M.S. Nasrulloh |
| Cover Artist | Andreas Kusumahadi |
| Original Publication Date | 1992 |
|---|---|
| Original Country | USA |
| Original Language | English |
| Original Publisher | State Univ of New York Press |
| Printing | 1 |
| First Edition | Yes |
| Owner | Mustamin al-Mandary |
|---|---|
| Location | Balikpapan |
| Read | |
| Index | 5808 |
| Added Date | Apr 25, 2023 15:56:14 |
| Modified Date | Oct 29, 2024 03:54:47 |
| Retail Price | $ 119,000.00 |
|---|---|
| Value | $ 119,000.00 |
| Purchased | Apr 25, 2023 at Gramedia Supratman Bandung for $ 119000.00 |
| Book Condition | Sangat Bagus |
| Mizan |