400
700
900
Harmoni di Negeri Seribu Agama
Abdul Jamil Wahab, M.Si.

Harmoni di Negeri Seribu Agama

Membumikan Teologi dan Fikih Kerukunan

Quanta (2015)
I
9786020269740
| Softcover
174 pages | 968 x 1483 mm | Indonesia | Indonesia

Genre

  • Sosial

Subject

  • Agama

Details

Printing 1
First Edition Yes

Personal

Owner Mustamin al-Mandary
Location Balikpapan
Read
Index 3123
Added Date Sep 19, 2015 08:40:03
Modified Date Nov 08, 2021 12:28:09

Value

Purchased Aug 24, 2015 at Bukabuku.com for $ 47800.00
Book Condition Sangat Bagus

Notes

Menu murah favoritnya adalah ful, kacang merah yang diolah jadi bubur tanpa santan. Makanan khas Mesir itu dimasak dengan sedikit susu, minyak, dan rempah-rempah, sehingga rasanya gurih. Jika sedang sangat lapar, Quraish menambahkan roti tamis, roti tipis dari adonan tepung gandum yang dibakar di dalam tungku tanah. Aroma hangus pembakaran, serta wangi bumbu membuat selera makan naik.

Sore hari Quraish kadang-kadang ingin jajan. Favoritnya, roti isi gula. Separuh ia makan, separuhnya lagi disimpan untuk makan malam. Celakanya, dalam beberapa jam saja, roti murah itu sudah mengeras. Biar kembali enak, roti itu dipanaskan. Tak ada alat pemanas, yang ada hanya seterika. Quraish mengendap-endap ke ruang cuci, dan menyeterika roti. “Enak sekali gulanya meleleh kena panas setrika.” Lama kelamaan, semua pelajar makan roti seterika. Tak lagi sembunyi-sembunyi. Justru penghuni asrama sepakat, ada seterika untuk roti, ada khusus pakaian!

*************

Dengan membaca buku Cahaya, Cinta dan Canda M. Quraish Shihab ini kita diajak untuk mengenal lebih dalam tentang tokoh M. Quraish Shihab, sosok yang selama ini lebih kita kenal sebagai ulama yang ahli Tafsir. Dia adalah cerminan dari “ulul-albab Indonesia” sejati. Mari kita teladani dan berguru kepadanya dengan membaca buku ini. (Bacharuddin Jusuf Habibie, 2015).

Anda akan mendapat pencerahan dan luberan ilmunya. Insyâ Allâh. Bila Anda belum berkesempatan dekat dan berkenalan dengan manusia yang mengasyikkan ini (Baca: M. Quraish Shihab), sementara bacalah dulu buku Cahaya,Cinta, dan Canda M. Quraish Shihab ini. (KH. Mustofa Bisri, 2015)

Buku ini sekalipun menyuguhkan “sisi lain” dari sang maestro tafsir al-Qur'an ini, benang merah pemikirannya tentang Islam dan kemanusiaan dapat kita telusuri di dalamnya dan pada karya-karyanya yang lain yang tidak sedikit jumlahnya. (Ahmad Syafii Maarif, 2015)

Buku Cahaya, Cinta, dan Canda ini akan mengenalkan pembaca pada “sisi lain” sang tokoh. Pak Quraish tidak akan menjadi seperti sekarang, tanpa melalui proses panjang seperti yang tergambarkan dalam buku ini. Selamat membaca, dan semoga memberi inspirasi! (M. Jusuf Kalla, 2015)